Rabu, 17 November 2021

Critical Book Review Tugas Individu Mata Kuliah Kurikulum & Pembelajaran

Nama               : Andi Nurul Aini

NPM                : 2002109046

Kelas                : 3A Pagi /PMM Luring UMSU

Mahasiswa       : Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Madiun

Mata Kuliah     : Kurikulum dan Pembelajaran

Dosen               : Muhammad Arifin, M.Pd.

 

CRITICAL BOOK REVIEW

A.  Meringkas Buku

1.    Buku Ajar (Sumber Primer)

a.    Judul Buku             : Modul Kurikulum & Pembelajaran

b.    Penulis                    : Muhammad Arifin, M.Pd., dan Tim Penyusun

c.    Penerbit                  : UMSU Press

d.   Halaman Buku       : 196 Halaman

e.    ISBN                      : 978-623-6888-06-3

f.     Cetakan                  : Pertama, Oktober 2021

Buku berjudul Modul Kurikulum & Pembelajaran ini memuat beberapa bab yang tertera, yaitu tiga bab diantaranya Identitas, Pendahuluan, dan Pembelajaran. Buku Modul ini disusun dengan sistematis mulai dari pembahasan pengembangan kurikulum, sejarah krikulum, landasan dan prinsip kurikulum, sejarah kurikulum di Indonesia mulai dari masa pra kemerdekaan, pascakemerdekaan, hingga reformasi, dilanjut pembahasan komponen-komponen kurikulum, organisasi pengembangan kurikulum, hingga model pengembangan kurikulum. Materi dalam modul ini berisi Kajian singkat dari perkembangan kurikulum pembelajaran saat ini juga yaitu Kurikulum Merdeka Belajar. Adapun dalam pembehasan pembelajaran memuat adanya hakekat beajar, mengajar dan pembelajaran, dan juga peta konsep teori belajar yang dirumuskan dosen maupun implementasi dari tugas mahasiswa sebelumnya. Akhir dalam setiap Bab pembahasan pembelajaran diberikan alternative pengujian pemahaman dan penalaran terhadap peserta didik untuk mengerjakan Tugas berbentuk Essay/Latihan dan Evalusi(Tes Formatif) yang dinamakan Latihan. 

2.    Buku Online

a.       Judul Buku             : Pengembangan Kurikulum (Kajian Teori & Praktik)

b.      Penulis                    : Dr.Sudarman ,S.Pd.M.Pd dan Tim Penyusun

c.       Penerbit                  : Mulawarman University Press

d.      Halaman Buku       : 137 Halaman

e.       ISBN                      : 978-623-7480-35-8

f.       Cetakan                  : Pertama, November 2019

Buku Ajar berjudul Pengembangan Kurikulum (Kajian Teori & Pratik) ini memuat beberapa bab yang tertera, yaitu delapan bab pokok pembelajaran diantaranya Konsep Kurikulum, Landasan dan Prinsip Pengembangan Kurikulum, Model Pengembangan Kurikulum, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Kurikulum Nasional (2013) dan Evalusi Kurikulum. Buku Ajar ini disusun dengan sistematis dan relative lenngkap didalam setiap Bab Pembahasan Materi yang langsug pada pointnya. Materi dalam modul ini berisi Kajian singkat dari perkembangan kurikulum pembelajaran saat ini juga yaitu Kurikulum Merdeka Belajar Akhir dalam setiap Bab pembahasan pembelajaran diberikan alternative pengujian pemahaman dan penalaran terhadap peserta didik untuk mengerjakan Tugas berbentuk Essay/Latihan dan Evalusi(Tes Formatif) yang dinamakan Kegiatan Belajar Mahasiswa.

 

B.  Membandingkan Buku

Buku Ajar (Modul Kurikulum & Pembelajaran) dengan Buku Ajar (Pengembangan Kurikulum Kajian Teori & Praktik) tersebut keduanya memiliki perbandingan yang bebeda tiap isi didalam buku. Pada buku (Modul Kurikulum & Pembelajaran) di susun oleh penyusun dari dosen di sebuah perguruan tinggi swasta UMSU yang disusun dengan tim penyusun sangat banyak sehingga menjadikan buku ini dapat tercetak dengan baik sesuai standar penyusunan buku ajar yang dibutuhkan dalam pengajaran di universitas/perguruan tinggi di Indonesia. Buku tersebut sangat cocok untuk pengajaran oleh pendidik karena Buku tergolong lengkap dengan banyak halaman 196 halaman yang terbilang ringan dan terjangkau apabila dikembangkan untuk dijadikan Buku Premier Ajar yang harus dimiliki tiap peserta didik untuk memnunjang pemaham terkait Kurikulum&Pembelajaran. Dalam penyusunannya sangat kreatif dan inovatif dengan menggabungkan materi bahan ajar yang ada dan dihubungkan dengan kebutuhan serta keadaan yang terjadi di dunia pendidikan saat ini. Buku ini juga dilengkapi berbagai ilustrasi mulai dari Peta Konsep dan Gambar Pengembangan pembahasan materi ajar. Dan pada akhir perbandingan dalam buku ini adalah Buku tersebut digunakan untuk membantu menunjang Peserta Didik untuk melengkapi Capaian Pembelajaran MataKuliah Kurikulum & Pembelajaran dan dapat mengimplementasikan dalam Pengajaran di dunia Pendidikan nantinya. Buku ini juga didistribusikan secara tepat, inovatif dan beragam  oleh Tim Penyusun mulai dari penjualan di Konvensional hingga E-commerece yang menambah daya Tarik pembaca untuk memiliki buku tersebut.

Adapun dalam buku ajar (Pengembangan Kurikulum Kajian Teori & Praktik) di susun oleh penyusun dari dosen dengan mandiri tanpa memerlukan banyak anggota dalam tim penyusunan buku. Sehingga menjadikan buku ajar ini relatif lengkap, maka layaklah kiranya buku ajar ini dibaca oleh para perancang kurikulum, guru bidang studi, mahasiswa, serta para pengambil keputusan yang menaruh harapan bagi kemajuan Pendidikan di tanah air. Berbeda dengan buku ajar lainnya, buku ajar ini memadukan aspek-aspek teoritik tentang kurikulum dan pembelajaran serta sejumlah preskripsi tentang prosedur pengembangan kurikulum yang dapat dijadikan pijakan dalam pengembangan kurikulum pendidikan Nasional. Selain itu, dalam setiap pembahasan dilengkapi dengan ilustrasi bahan ajar dengan ilustrasi gambar dan Kegiatan Latihan Mahasiswa. Dalam akhir setiap pembahasan materi dalam buku ini terdapat Rangkuman/Ringkasan inti dari pemabahasan materi ajar yang dapat membantu peserta didik dalam mempercepat penyelesaian pemahaman materi yang lebih mudah dan singkat untuk dipahami bersama.

 

C.  Menghubungkan Buku

Buku Ajar (Modul Kurikulum & Pembelajaran) dengan Buku Ajar (Pengembangan Kurikulum Kajian Teori & Praktik) tersebut keduanya memiliki hubungan yang berkaitan dengan pengajaran Kurikulum dan Pembelajaran yang diajarkan pada Perguruan Tinggi di Indonesia. Buku keduanya tersebut tergolong sangat mudah dipahami dan tepat dijadikan bahan ajar yang praktis dalam pemahaman materi perkuliahan terkait Kurikulum dan pengembangannya yang diajadikan untuk diimplementasikan dalam pengajaran atau pendidikan nantinya. Di dalam buku keduanya salh satu memberikan pemabahasan yang ringkas dan to the point yang mana jika dihubungkan dengan buku satunya memiliki pembahasan mendetail dalam point-point oembahasan buku yang lebih ringkas tersebut dan digunakan dalam pengajaran materi bahan ajar akan saling melengkapi dan menunjang menambah wawasan pesert didik lebih cepat dengan membaca dan menggabungkan kedua buku tersebut. Karena, dengan adanya teknologi saat ini peserta didik di zaman sekarang sangat sulit bergerak menuju generasi Literasi yang meninginkan instan sehingga kedua buku ini jika dibaca dalam konteks bersamaan dimana didalammnya sama-sama membahas tuntas Kurikulum Pembelajaran dan Pengembangannya dilengkapi kajian dan teori dari pakar ahli pendidikan terkemuka dapat mempercepat pemahaman materi ajar dan diharapkan segera diimplementasikan dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

 

D.  Kritik Isi Buku.

Buku Ajar (Modul Kurikulum & Pembelajaran) dengan Buku Ajar (Pengembangan Kurikulum Kajian Teori & Praktik) tersebut keduanya masih memiliki kekurangan dan kelebihan dalam penyusunan da nisi buku yang perlu dikritik oleh pembaca atau peserta didik. Tujuan kritikan tersebut tidaklah untuk memprovokasi kesalahn yang ada dalam buku, melainkan kritikan yang membangun buku agar lebih baik dan sesuai dengan pandangan pembaca terkait wujud penyusunan buku yang baik untuk dibaca. Dalam buku Buku Ajar (Modul Kurikulum & Pembelajaran) masih terdapat hal yang perlu diberikan kritikan mengingat buku tersebut di distribusikan untuk dipergunakan mahasiswa umum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara agar lebih baik dan tidak menimbukan kesan menonjol pada kedaerahan yang ada di lingkup buku tersebut disusun. Buku ini masih terdapar kekurangan pada penulisan kata yang sulit dipahami sehingga pembaca mengira penyusun kurang berkompeten dalam ketelitian penyusunan buku atau memang ada penulisan menyerap bahasa daerah yang digunakan dalam penyusunan buku tersebut. Serta masih banyak penulisan kata yang kurang melihat kaidah Ejaan Bahasa Indonesia yang sesuai. Dan yang terakhir adalah pencetakan buku tersebut tidaklah tergolong sempurna dan masih terdapat kekurangan pada wujud buku yang mana kurang kuatnya kaitan buku, sehingga buku mudah sobek atau lepas kaitan pengelemnya di awal halaman daftar isi, pengantar dan selanjutnya.

Adapun dalam Buku Ajar (Pengembangan Kurikulum Kajian Teori & Praktik) juga tidak kalah pentingnya perlu adanya kritikan mengenai isi buku bahan ajar materi tersebut, Pada penerapannya mengingat buku tersebut di distribusikan untuk dipergunakan mahasiswa umum di Universitas Mulawarman Kalimantan Timur yang perlu diperhatikan penyusunan dan percetakan juga dalam pendistribusian untuk masyarakat umum. Buku ini berisi kajian teori, dan praktik yang belum lengkap isi pemahaman nya mengingat harus banyak ilustrasi dan implementasi praktik yang harus luas dalam mendayagunakan pembahasan kajian teori yang lebih diutamakan dalam buku bahan ajar materi ini. Dalam buku ini hanya sebagian menampilkan gambar untuk peta konsep yang seharusnya jika buku ini dicetakan untuk generasi pembaca atau mahasiswa selanjutnya, harus sedikit lebih inovatif dengan menambahkan hasil karya dari mahasiswa sebelumnya terkait Peta Konsep pengajaran materi, Studi kasus, dan hasil yang didapatkan dalam pembelajaran Kurikulum dalam Mata Kuliah yang diajarkan ada kaitannya dengan penyusunan buku ajar ini.

Semoga bermanfaat dan mohon maaf atas kesalahan kata dan penulisan.

Terimakasih atas kunjungannya.

 

Selasa, 26 Oktober 2021

Tugas Latihan Nalar Mata Kuliah Kurikulum dan Pembelajaran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Nama                 : Andi Nurul Aini

NPM                  : 2002109046

Kelas                  : 3A Pagi /PMM Luring UMSU

Mahasiswa         : Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Madiun

Mata Kuliah       : Kurikulum dan Pembelajaran

Dosen                 : Muhammad Arifin, M.Pd.


Tugas (Latihan 4 Buku Modul Kurikulum dan Pembelajaran Hal.17)

1. Coba bandingkan pendapat Hilda Taba dengan S. Nasution.

Jawaban: 

Menurut Hilda Taba, curriculum is a plan for learning, therefore, what is known about the learning process and the development of the individual has beaten on the shaping of a curriculum. Atau Kurikulum dianggap sebagai rencana pembelajaran yang artinya kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh siswa. Adapun menurut S. Nasution, Kurikulum adalah sebagai suatu rencana yang disusun untuk memperlancar proses kegiatan belajar mengajar di bawah naungan, binaan & tanggung jawab sekolah/lembaga pendidikan. 

Sehingga yang dapat saya simpulkan adalah keduanya memili tujuan sama untuk menyusun suatu rencana pembelajaran, namun kedua pengertian tampak berbeda ada bandingannya dilihat dari banyaknya tujuan kurikulum dari masing-masing pendapat ahli. Dari Hilda Taba, ia mengemukakan tujuan kurikulum untuk perencanaan pembelajaran dan untuk dipelajari siswa. Sedangkan, menurut S. Nasution hana terdapat satu tujuan yaitu untuk memperlancar proses kegiatan belajar mengajar di bawah naungan, binaan & tanggung jawab sekolah/lembaga pendidikan.


2. Buatlah contoh kurikulum ideal, actual, dan tersembunyi.

Jawaban: 

1. Kurikulum Ideal: Baru-baru ini pemerintah/ Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan program pendidikan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) 2021. Program ini menjadikan kesempatan instansi penyelenggara pendidikan seperti Perguruan Tinggi ikut andil dalam program tersebut terlaksana. Dan diharapkan guru/dosen mampu melaksanakan program MBKM dengan lancar dan terencana kepada para peserta didik.

2. Kurikulum Actual: Salah satu program MBKM 2021 yang baru dimunculkan adalah Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) oleh seluruh Perguruan Tinggi negeri/swasta di wilayah Indonesia. Dalam pelaksanaanya tahun ini kondisi terhalang dengan adanya Pandemi Covid-19. Sehingga program PMM tersebut masi dapat terlaksana oleh para Dosen dan mahasiswa melalui perkuliahan secara daring/online.

3. Kurikulum Tersembunyi: Pemerintah Kemendikbud dibantu oleh tenaga pengajar menyusun/merumuskan (curriculum document) yang merencanakan pelksanaan event perlombaan akademik OSN tingkat Provinsi. Tanpa disadari banyak peserta didik dari instansi pendidikan didaerah pedalaman mengikuti dan juga ada yang dapat meraih Juara dalam salah satu bidang OSN yang dilaksanakan.


3. Carilah contoh-contoh fungsi kurikulum bagi siswa.

Jawaban: 

a. Fungsi Penyesuaian: seorang peserta didik diajarkan proses pembelajaran dengan melalui kurikulum (K-13), dengan seorang tenaga pendidik/guru mampu mengantarkan mahasiswa untuk menemukan dirinya dengan lingkungan dimana dengan kurikulum K-13 ini peserta didik memang diharuskan memiliki kemampuan untuk menguasai materi pembelajaran secara independent ada maupun tidak ada guru ketika dikels mengajar.

b. Fungsi Integrasi: Salah satu contoh kurikulum di Indonesia yang bisa diterapkan dalam fungsi integrasi ini adalah Kurikulum 1947 yang mana Fokus Rencana Pembelajaran Kurikulum 1947 tidak menekankan pendidikan pikiran, melainkan pada pendidikan watak atau kepribadian yang utuh, kesadaran berintegrasi pada negara dan masyarakat.

c. Fungsi Diferensial: Dalam kegiatan belajar mengajar dikelas, seorang peserta didik diberikan kewenangan dilayani/diberikan pelayanan bimbingan fisik maupun psikis yang setiap peserta didik pasti berbeda, misalnya dalam mata pelajaran disekolah terdapat guru yang mengajar mata pelajaran Bimbingan Konseling untuk melayani peserta didik tersebut.

d. Fungsi Persiapan: Pada kurikulum K-13, Pemerintah Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan Program Double Track (Keterampilan/Bimbingan Lapangan Pekerjaan) yang awal pelaksanaan di lakukan di jenjang Sekolah SMA, yang mana masuk dalam salah satu perumusan baru pada kurikulum yang membantu sekolah untuk mempersiapkan peserta didik untuk mahir dibidang keterampilan yyang diasah untuk membantu peserta didik menemukan lapangan pekerjaan setelah tidak melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi.

e. Fungsi Pemilihan: Dalam kegiatan belajar mengajar dikelas guru telah menyusun rancangan program bakat minat yang harus disetujui pihak sekolah penyelenggaara dan fleksibel dalam pelaksanaan program tersebut. Misalnya, peserta didik berhak mengikuti program tambahan belajar/sering disebut ekstrakurikuler sesuai dengan kemampuan bakat minat masing-masing peserta didik.

f. Fungsi Diagnotik: Dalam kegiatan belajar mengajar disekolah, guru pasti memahami kelemahan dan kekuatan potensi dalam diri masing-nmasing peserta didik. Disinilah peran guru dalam menyusun kurikulum harus membantu merancang hal baru untuk mengatasi problem tersebut. Misalnya, memberikan motivasi dan memberikan tambahan nilai dalam mengikuti organisasi sebagai wadah aspirasi menampung mengembangkan potensi dan memperbaiki kelemahan/ketidakmampuan, sehingga guru bisa mendiagnosis dan mengetahui peserta didik mampu/tidaknya mengatasi permasalahan tersebut.


Tugas Latihan Nalar Mata Kuliah Kurikulum dan Pembelajaran

Nama               : Andi Nurul Aini

NPM                : 2002109046

Kelas                : 3A Pagi /PMM Luring UMSU

Mahasiswa       : Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Madiun

Mata Kuliah     : Kurikulum dan Pembelajaran

Dosen               : Muhammad Arifin, M.Pd.


Tugas (Latihan 4 Buku Modul Kurikulum dan Pembelajaran Hal.28)

1. Jelaskan peranan Kurikulum?

Jawaban: Peranan kurikulum memiliki kajian definisi kurikulum sebagai program pendidikan yang telah direncanakan secara sistematis, mengembang peranan yang sangat penting bagi pendidikan (Peserta Didik). Peranan kurikulum dibagi menjadi tiga peranan, yaitu:

  1. Peranan Konservatif (peranan kurikulum yang bertanggung jawab dalam menafsirkan dan mewariskan nilai-nilai budaya yang mengandung makna membina perilaku anak didik. Bersifat Transmisi nilai-nilai warisan budaya dan berorientasi pada masa lampau). 
  2. Peranan Kreatif (peranan kurikulum kurikulum harus mampu mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan perkembangan yang terjadi dan kebutuhan masyarakat pada masa sekarang dan masa mendatang).
  3. Peranan Kritis/Evaluatif (peranan kurikulum yang seharusnya tidak hanya mewariskan nilai dan budaya yang ada atau menerapkan hasil perkembangan baru yang terjadi, melainkan juga memiliki peranan untuk menilai dan memilih nilai budaya serta pengetahuan baru yang diwariskan tersebut. Bersifat perlu penyesuaian, sebagai filter sosial, memilih dan menilai budaya yang baru). 
2. Cari contoh dari masing-masing peranan kurikulum tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Jawaban: 
  1. Peranan Konservatif: di dalam kegiatan belajar di kelas peserta didik melalukan pembelajaran materi yang diberikan guru dengan berdiskusi secara berkelompok untuk musyawarah bersama menemukan jawaban/pendapat tiap peserta didik.
  2. Peranan Kreatif: di dalam kegiatan belajar dikelas guru harus memahami kebutuhan peserta didik di era sekarang dengan menguasai teknologi/IPTEK sebagai sarana bahan ajar materi yang diberikan kepada peserta didik.
  3. Peranan Kritis/Evaluatif: di dalam kelas guru mengajarkan kepada peserta didik tentang materi Era Globalisasi dan memberikan tugas menari informasi berkaitan dengan materi. Sebagai guru/tenaga pendidik haruslah memberikan arahan/pandangan kepada peserta didik untuk memilih dan mencermati informasi dengan mengingat adanya nilai-nilai dari warisan luhur akan dampak yang ditimbulkan dari pemberian materi Era Globalisasi tersebut.
3. Jelaskan peranan guru dalam pengembangan kurikulum?

Jawaban: Menurut Murray Print (Sanjaya,2008:28), mencatat peranan guru dalam 4 level sebagai berikut:
  1. Implementers, (guru berperan untuk mengaplikasikan kurikulum yang sudah ada, menjalankan kurikulum yang sudah disusun namun tidak memiliki wewenang dalam mementukan isi kurikulum maupun menentukan target kurikulum).
  2. Adapters, (peranan guru lebih dari pelaksana kurikulum, tetapi juga sebagai penyelaras kurikulum dengan karakteristik dan kebutuhan siswa dan kebutuhan lokal/derah).
  3. Developers, (peranan guru dalam memiliki wewenang mendesain kurikulum, menentukan strategi yang akan dikembangkan, serta mengukur keberhasilannya. Kesesuaian dalam karakteristik, visi dan misi sekolah, serta pengalaman belajar yang dibutuhkan siswa).
  4. Reasearchers, (peranan guru sebagai peneliti kurikulum dan memiliki tanggung jawab untuk menguji berbagai komponen kurikulum).
4. Buatkan contoh dari masing-masing peranan guru dalam pengembangan kurikulum?
Jawaban: 
  1. Implementers: adanya pemberlakukan kurikulum yang dilakukan guru-guru di wilayah Indonesia Timur sama dengan yang dilakukan guru-guru di wilayah Indonesia Barat.
  2. Adapters: dalam kebijakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) misalnya para perancang kurikulum hanya menetukan standar isi sebagai standar minimal yang harus dicapai, seperti apa implementasinya, kapan waktunya, dan hal-hal teknis lainnya ditentukan seluruhnya oleh guru.
  3. Developers:  Pelaksanaan peran ini dapat di lihat dalam pengembangan kurikulum muatan lokal dalam sebagai bagian dari struktur KTSP. Pengembangan kurikulum muatan lokal sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing tiap satuan pendidikan karena kurikulum muatan lokal antar sekolah berbeda-beda. Kurikulum dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
  4. Researchers: Guru melakukan penelitian kurikulum dengan metode PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dimana guru berinisiatif dalam melakukan penelitian sekaligus melaksanakan tindakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Critical Book Review Tugas Individu Mata Kuliah Kurikulum & Pembelajaran

Nama               : Andi Nurul Aini NPM                : 2002109046 Kelas                : 3A Pagi /PMM Luring UMSU Mahasiswa       : Pendi...